KASONGAN – Sejumlah Sekolah di Kabupaten Katingan terpaksa menghentikan sementara waktu pembelajaran tatap muka (PTM), pasalnya ada beberapa guru dan murid terkonfirmasi tepapar Covid-19.
Berdasarkan data yang diterima Beritasampit.co.id kasus Covid-19 ditemukan di beberapa sekolah seperti SMKN-2, SMAN-2, SMPN-5 dan SMA Kristen Kasongan.
Kepala Sekolah SMKN-2 Kasongan Lamiyang membenarkan pihaknya sementara waktu kembali menggunakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring alias online, untuk keperluan tracing.
Hal serupa juga diungkap Kepala Sekolah Menengah Pertama, Sakino membenarkan ada muridnya terinsfeksi virus Corona dan tertular dari orang tuanya.
“Mereka masih menjalani perawatan dan isolasi. Tiga ruang kelas terpaksa kami tutup dan belajar secara daring. Sisanya tetap memberlakukan tatap muka seperti biasa,” jelasnya, kemarin.
Sakino menceritakan, dua orang tersebut diketahui positif sejak kemarin dan belum sempat menginjakkan kaki di sekolah. Untuk berjaga-jaga, pihaknya telah menyemprot lingkungan sekolah dengan cairan disinfektan. “Swab antigen secara acak juga telah dilakukan, syukur tiada penambahan,” sebutnya.
Sementara Kepala Sekolah Menengah Atas (SMAN-2) I Wayan Sutarta yang coba dihubungi memilih bungkam. Keterangan justru diperoleh dari dua guru yang membenarkan bahwa di sekolah itu telah ditemukan dua kasus Covid-19.
Koordinator Sekretariat Satuan Tugas Covid-19, Robby, mengakui ada sejumlah sekolah yang terpaksa menghentikan PTM, lantaran mencegah penyebaran covid-19 semakin meluas.
“SMA Kristen dan SMA 2 melakukan pembelajaran daring sejak hari ini sampai 3 hari kedepan,” tuturnya.
Ia juga mengakui dari pantauan pihaknya memang ada kecenderungan naik kasus Covid-19, untuk mengantisipasi penyebaran di sekolah pihaknya juga telah melakukan penyemperotan disinfektan di sekolah dan rumah terduga terkonfirmasi Covid-19.
Selain itu juga upaya prentif seperti sosialasiasi terus gencar dilakukan dengan menerapkan Protokol Kesehatan.
“Personil Personil cadangan sudah disiapkan ketika hotel Katingan kembali dibuka untuk isolasi terpusat Kita melihat bahwa semua yang terkonfirmasi bergejala ringan sehingga masih disarankan untuk isolasi mandiri,” ungkapnya.
(Kawit/beritasampit.co.id)